Senin, 17 Desember 2012

KEINDAHAN ALAM PAPUA

Carstenz Pyramide

Nama Cartensz diambil dari penemunya yaitu seorang pelaut asal Belanda, John Carstensz yang menyaksikan adanya puncak gunung yang tertutup oleh Es di negara ekuator. Tidak ada yang percaya dengan pernyataan nya tersebut. John Carstensz adalah orang eropa pertama yang menyaksikan puncak Cartesz dengan mata kepalanya sendiri.

Orang Indonesia menyebutnya dengan Puncak Jaya, walaupun sebenarnya Puncak Jaya bukan merupakan puncak tertinggi dari Carstensz itu sendiri. Puncak jaya adalah salah satu puncak yang dianggap tertinggi yang ada di pegunungan Jaya Wijaya






Ada beberpa perbedaan pendapat mengenai ketinggian puncak Carstensz Pyramid ini. Ada yang menyatakan bahwa ketinggiannya adalah 4884 m (16023 feet, bebrapa sumber menyebutnya dengan 16013 feet ), ada pula yang meyatakan bahwa ketinggiannya adalah 5030 meters (16503 ft). Australian navigational air maps menyatakan bahwa ketinggiannya adalah 16503 feet (5030 meters). Entah yang mana yang benar, namun yang pasti adalah bahwa puncak Carstensz Pyramid ini merupakan puncak tertinggi di Indonesia, bahkan di Australia dan Oceania.


Puncak Jaya (Carstensz Pyramid, 4884 m, 16023 ft), Puncak Mandala (4640m, 15223 ft), dan Puncak Trikora (4730m, 15518 ft), adalah tiga puncak utama yang terkenal dia pegunungan papua barat. Carstensz Pyramid dalah puncak yang tertinggi, ketiga puncak tersebut terletak di bagian barat dari pegunungan Jayawijaya.Dari ketiga puncak diatas, hanya Carstensz Pyramid yang selalu diselimuti salju. Lalu darimanakah datangnya salju yang ada da puncak Carstensz ini, yang notabene berada di Indonesia, yang merupakan Negara ekuator? Hal ini memang suatu keadaan yang tidak biasa. Salah satu alasan logis nya adalah adanya badai salju tropis yang kadang akan membawa salju pada suatu tempat diatas ketinggian 4000 m. Puncak Jaya ini (4884 m) adalah salah satu persinggahan salju yang dibawa oleh badai tersebut 


Ada 3 rute utama untuk mencapai puncak Caratensz ini. Yang pertama biasa disebut dengan rute Harrer (Harrer’s Route). Rute ini merupakan rute yang paling mudah untuk dilewati. Meskipun mudah, tidak berarti segalanya akan mudah dalam menaklukkan puncak Jaya ini.





Harrer’s route menempuh perjalanan untuk naik dan turun sekitar 12 sampai 15 jam. Tingkat kesulitannya berkisar antara 3-4 standar UIIA. Kesulitan yang ada dalam menempuh rute ini adalah ketika berada di bawah puncak jaya. Kemiringan tebing yang curam, sampai dengan 10-15 derajat setinggi kira-kira 80 meter, membutuhkan ekstra kehati-hatian. Standar UIIA menytakan bahwa kesulitan dalam hal ini adalah 5-5+. Pengalaman dannpengetahuan yang cukup dalam hal climbing merupakan bekal utama. Bebatuannya cukup kuat dan tidak mudah longsor/lepas. Kesulitan yang akan dihadapi akan lebih besar lagi ketika mencapai bebatuan yang bergerigi dengan overhang wall yang berkisar 10 meter, dengan tingkat kesulitan 6-7+ satandar UIIA. Bagi pendaki pemula hal ini bisa diatasi dengan menggunakan Jumar sebagai alat bantu nya. 


Rute yang kedua adalah East Ridge. Rute ini merupakan pertengahan antara rute Harrer dan rute yang paling sulit. Jalan yang ditempuh akan lebih jauh dan tentunya juga akan lebih lama.

Rute yang ketiga adalah American Direct. Rute ini merupakan rute yang akan menempuh perjalanan langsung ke puncak. Rute ini memerlukan skill, pengalaman, dan juga pengetahuan yang memadai tentang Climbing. Yang terburuk dari rute ini adalah, tingkat kesulitan yang semakin tinggi ketika mendekati puncak, yaitu tebing yang curam, dinding dari puncak Cartensz.

Jika beruntung, dari Puncak Jaya (Cartensz Pyramid), anda akan dapat menyaksikan laut. Jika tidak, maka anda hanya dapat menyaksikan lokasi tambang emas, dan juga hutan di sekitar pegunungan Jayawijaya

Senandung Alam Papua di Danau Habema

Keindahan Danau Habema (indonesiatravelinfo.com)

Keindahan Danau Habema (indonesiatravelinfo.com)

Foto Selengkapnya:
Keindahan Danau Habema yang terletak di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, akan membangkitkan seluruh indera manusia. Lanskap cantiknya diabadikan dalam salah satu adegan film Denias, Senandung di Atas Awan.

Pernahkah Anda menonton film Denias, Senandung di Atas Awan? Film ini bercerita tentang Denias, seorang anak pedalaman Papua yang rela mendaki gunung dan menyeberangi sungai dalam perjalanan berhari-hari hanya untuk mencari sekolah. Salah satu adegan di film ini bersetting danau yang luas dan indah, yang tak lain adalah Danau Habema.

Danau dengan nama asli Yuginopa ini terletak di komplek Pegunungan Jayawijaya. Dengan ketinggian 3.225 mdpl, danau ini didaulat sebagai salah satu danau tertinggi di Indonesia. Anda bisa melihat langsung Puncak Wilhelmina (sekarang namanya Puncak Trikora, namun warga lokal lebih suka memanggil nama aslinya) menjulang tinggi di depan mata. Di puncaknya, itulah dia, butir-butir es yang menghiasi negeri khatulistiwa.

Di sini, satu-satunya suara yang bisa Anda dengar adalah senandung alam yang melantun indah. Coba pejamkan mata dan dengarkan suara angin menyapu dedaunan, bergerak bebas di lembah tanpa batas. Dari kejauhan permukaan airnya tampak tenang saja, seakan tak mau digubris oleh zaman. Namun jika melihatnya dari dekat, riak-riak dan gelombang kecil bermunculan dari permukaannya.

Pemandangannya sungguh luar biasa. Padang rumput seakan tak habis dipandang mata. Embun kerap menghiasi rerumputannya, baik itu pagi, siang, atau malam. Tak heran, letak danau yang tinggi itu menyebabkan suhu menurun drastis. Delapan derajat celcius dalam kadar normal, bisa turun hingga angka tiga derajat celcius jika malam tiba.

Konon, Anda bisa menemukan anggrek hitam yang langka di tempat ini. Dataran Papua memang terkenal dengan anggrek yang beragam jenisnya. Tapi sayang, sekarang flora dilindungi ini sudah jarang ditemui lagi. Tapi, jika beruntung, Anda akan menemukan Cendrawasih dan Astrapia yang merupakan burung endemik pulau ini. Dua burung ini punya kecantikan luar biasa!

Tak jarang para penakluk Pegunungan Jayawijaya, termasuk para pendaki Cartenz, singgah sejenak di danau ini. Oleh karena itu, jika Anda berkunjung ke Papua, cobalah melihat langsung keindahan Danau Habema. Jaraknya sekitar 48 kilometer dari Kota Wamena. Perjalanan menggunakan kendaraan bermotor bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam.

Pesona Alam Pegunungan Jayawijaya di Timika Papua

Pesona pegunungan Jayawijaya bisa dikatakan tempat indah di Indonesia yang diselimuti salju abadi karena ketinggiannya itu. Pegunungan Jayawijaya adalah tempat pendakian yang paling ekstrem di Indonesia dimana di puncak ini merupakan salah satu puncak tertinggi wilayah Indonesia.Tidak seperti pendakian di gunung-gunung lain,untuk bisa mendaki puncak Jaya diperlukan latihan fisik yang kuat,kesehatan yang prima serta persiapan perlengkapan yang memadai karena sepanjang perjalanan kita akan melalui medan yang cukup ekstrem dengan cuaca yang berubah-ubah dan diselimuti salju abadi.Persiapan yang matang sangat diperlukan jika anda menginginkan untuk mendaki puncak Jaya ini.Peralatan pendakian juga sangat diperlukan sepeti perlengkapan pendakian di gunung es.


Pegunungan Jaya Wijaya Adalah nama untuk deretan pegunungan yang memenjang di Papua barat dan Papua (Indonesia) hingga Papua Newguinea di Pulau Irian.Deretan pegunungan ini memiliki puncak gunung tertinggi meski ketinggian pegunungan ini sekitar 4884 m, namun disini kita bisa temukan fosil ikan dan klastik pada batuan gamping.
Bukit bahwa Pulau Papua beserta pegunungannya menjadi bagian dari dasar laut dapat di lihat dari fosil-fosil yang ada di pegunungan ini.Puncak pegunungan Jaya Wijaya merupakan satu-satunya gunung di Indonesia yang puncaknya ditutupi oleh salju abadi

* Puncak-puncak di pegunugan Jayawijaya :

  • Puncak Jaya. Dengan ketinggian sekitar 5.030 meter, yang sekitarnya terdapat Gletser Carstenz dan merupakan satu-satunya Gletser tropika yang berada di Indonesia. Puncak ini juga pernah dinamai Poentjak Soekarno, Puncak jaya juga salah satu dari tujuh puncak tertinggi di dunia dan merupakan puncak tertinggi di Oceania.
  • Puncak Yamin. Dengan ketinggian sekitar 4.535 meter
  • Puncak Idenberg. Dengan ketinggian sekitar 4.673 meter.
  • Puncak Mandala. Dengan ketinggian sekitar 4.760 meter, Puncak Mandala adalah puncak tertinggi ketiga setelah Puncak Jaya dan Puncak Trikora.
  • Puncak Trikora. Dengan ketinggian sekitar 4,751 meter, Puncak Trikora memiliki kawasan Hutan antara lain: Hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane, Hutan Ericaceous atau Hutan Gunung.
  • Oleh karena itu pegunungan Jayawijaya merupakan surga bagi para pendaki dan peneliti geologi. Jika kamu hobi mendaki ataupun sekedar ingin mengamati, inilah tempat paling tepat yang bisa kamu kunjungi meski jarak dan waktu tempuh serta medan yang kurang bersahabat namun semuanya akan terbayar dengan keindahan alamnya.

    10 Gunung terindah di dunia

    1. Gunung Meru

    Gunung meru di Arusha Nationlpark di negera Tansania. Bentuknya yang seperti kerucut menambah keindahan pendakian . Gunung meru terletak 65 km jauhanya dari gunung Kilimandcharo gunung tertiggi di afreika2. Shivling
    gunung shivling terletak di utaraindia bagian puncak pegunungan himalaya. tinggi dari gunug Shivling adalah 6549 m dari permukaan laut oleh karena itu gunung ini juga sering disebut puncak tinggi. sisi curam gunung,nama gunung ini berasal pada dewa shiva . pada tahaun 1974 gunung ini behasil di taklukan oleh Laxman Singh dan teamnya3. Gunung Einger di Pegunungan Alpen
    Gunung einger merupakan salah satu gunung atau sisi yang menarik dari pegunungan alpen. banyak orang yang meniggal dalam usaha pendakian gunung ini. pada tahun 1938 ANderl Heckmar berhasil menalukan gunung dari sisi utara yang sangat berbahaya4. Ama Dablam
    Ama Dablam berati ibu dari Aullet. tinggi gunung ini adalah 6856 terletak di region Khumbu himalaya. Pada tahun 196i gunung ini berhasil diteklukan pertamakali oleh Gil. Bishop dan Ward.5. Machapuchare
    machapuchare berarti ikanhitam dengan ketigianya yang pas 7000 meter di pegunungan himalaya. dia merupakan bagain dari Annaapura Massiv6. Großglockner
    mengapa Gunung ini dari kejauhan sudah terlihat jelas, di mana kah gunung ini terletak ? The Großglockner 3.798 meter adalah gunung tertinggi di Austria dan tujuan populer bagi pemanjat dan pejalan kaki. ada Sekitar 30 rute menuju ke puncaknya – pertama kalinya sudah sudah dianaikipada tahun 1800.7. Drei Gifel
    Pegunungan drei Giffel terletak di pegunungan alpen.Meskipun gunung ini tidak begitu pas jika disebut sebgai gunung. The Cima Grande, Puncak Kecil dan benteng Barat membubung ke Dolomites dekat Paterno hampir 3.000 meter ke langit. Melihat mereka dari utara adalah salah satu motif yang paling populer panorama Pegunungan Alpen. Dinding utara menara sangat populer di kalangan peneliti dan pendaki. orang yang terahir kali mampu mendaki ketiga puncak gunung ini adalah Thomas Huber dari Huberbuam, mengatasi semua tiga potong di dinding, dan dia berani melompat dari salah satu puncak ke puncak lainya.8. K2
    Yang K2 merupakan puncak gunung tertinggi kedua di dunia.ketigianya adalah 8.611 meter. Sisi sisi dari gunung ini sanagt mengerikan untuk didaki dan sudah banyak menelan korban. gunung ini digap salah satu gunung yang sulit untuk didaki. ada dua ekspedisi khusus lama sebelum keberangkatan untuk K2: Pada Juni 2009 Gerfried Göschl istirahat dengan timnya menuju perbatasan Pakistan-Cina untuk menjajaki rute baru di K2 dan Kangchenjunga dan komit itu. 2010, tiga orang muda dari Swiss, yang “Magic Line ingin memanjat” pada K2 .9. Alpamayo
    Dengan ketigian sekitar 5.947 meter. gunung Alpamayo bukan merupakan salah satu gunung tertinggi di Amerika selatan. namun ia adalah salah satu yang paling dikenal. Alasannya: Di semua sisi Alpamayo adalah menyenangkan! bentuk trapesium
    selatan-dinding barat seindah pemandangan utara. Alpamayo aman untuk dinaiki dan tidak berbahaya dibandikan dengan gunung sebelumnya memerlukan dan anda bisa memanjat es dengan aman tetapi bagi yang sudah pernah berkesempatan melihat atau mematjat gunung ini maka dia tidak akan pernah melupakan pengalamanya yang begitu berkesan.10. Matterhorn
    Matterhorn di Zermatt. 4.478 meter adalah daerah tujuan wisata nomor 1 di Alpen Pennine , gambarnya menghiasi T-shirt, jaket, dan ribuan suvenir. hype pertama kali berhasil pertama kali mendaki gunung ini pada 14 juli 1865. sejak itu keramayan di gunung tidak memiliki akhir, setiap tahun jutaan pemain ski dan wisatawan datang ke gunugn ini. gunung ini merupakan salah satu temapat terbesar dan tertinggi di eropah untu main ski dan hiking.

    Air Terjun Menakjubkan di Dunia

    1. Angel Falls (3,212 ft)
    Terletak di Taman Nasional Canaima, Venezuela
    2. Tugela Falls (3,110 ft)
    Terletak di Taman Nasional Natal, sungai Tugela, Afrika Selatan
    3. Utigord Falls (2,625 ft)
    Terletak di Norwegia, merupakan air terjun glasier.
    4. Monge Falls (2,540 ft)
    Terletak di Marstein, Norwegia, di sungai Mongebeck
    5. Gocta Cataracts (2,532 ft)
    Terletak di Chachapoyas, Peru
    6. Mutarazi Falls (2,499 ft)
    Terletak di Taman Nasional Nyanga, Zimbabwe, di sungai Mutarazi
    7. Yosemite Falls (2,425 ft)
    Terletak di Taman Nasional Yosemite, California, USA
    8. Espelands Falls (2,307 ft)
    Terletak di Fyord Hardanger, Norwegia, di sungai Opo
    9. Lower Mar Valley (2,151 ft)
    Terletak di eikesdal, Norwegia, di jeram Mardals
    10. Tyssestrengene (2,123 ft)
    Terletak di Odda, Norwegia, di sungai Tyssa

    Eksotisme Salju Abadi di Tanah Papua

    Bicara eksotisme Indonesia tidak akan bisa terbahas dari A sampai Z, kekuaran alam dan panoramanya menawarkan sejuta imajinasi dan ketenangan bagi siapa saja yang menikmati keindahannya.
    The Seven Summit, mungkin sudah banyak orang bercerita dan mengaguminya. Namun tidak ada salahnya jika ada sebagian anda yang belum mengetahui, eksotisme  Puncak Jaya Wijaya di Papua Barat.
    Puncak yang juga terdaftar sebagai salah satu dari tujuh puncak benua (Seven Summit) yang sangat fenomenal dan menjadi incaran pendaki gunung di berbagai belahan dunia.  Sejumlah pendaki lokal dan Internasional mengagumi sekaligus tertandang menalkukan si puncak putih berselimut salju abadi ini

    Sulit dipercaya saat melihat sebuah pemandangan salju yang berada di daerah panas karena beriklim tropis. Terlebih jika pemandangan salju itu terhampar di puncak-puncak gunung dengan dindingnya yang berwarna kehitaman.
    Saat ini, salju yang tersisa hanya berada di Puncak Jaya, Meren, Northwall, dan Ngga Pulu. Sebelum berubah nama menjadi Puncak Jaya, puncak ini dahulunya bernama Carstenz Pyramide.
    Puncak Jaya yang bersalju ini merupakan salah satu puncak gunung gletser yang ada di kawasan khatulistiwa, seperti puncak es lainnya yang berada di Afrika dan Amerika Selatan.
    Dari udara, puncak tersebut mirip bebatuan hitam dengan permadani putih yang lembut. Saat matahari sedang bersinar cerah, hamparan salju itu memantulkan cahaya yang menyilaukan mata. Pandangan mata akan lebih nikmat saat langit sedang berawan sehingga hamparan salju itu akan memunculkan kesan kedamaian di tengah teduhnya cuaca.
    Puncak dengan lereng yang sangat curam itu menampilkan pesona alam yang sulit dicari bandingannya. Dindingnya yang hitam berdiri hampir tegak lurus dengan permukaan tanah yang berada ratusan meter di bawahnya.
    Pemandangan salju es sungguh memukau. Apalagi jika memasuki akhir tahun di mana musim dingin dan hujan tiba. Di musim itu, biasanya salju menutupi hampir semua puncak Pegunungan Jayawijaya hingga ke lereng di bawahnya.

    Jayawijaya merupakan sebuah gunung yang juga dikenal sebagai Gunung Orange yang berada di Pulau Papua. Gunung ini memiliki ketinggian 4750 m dpl, yaitu di puncak trikora. Jayawijaya merupakan salah satu dari 5% cadangan es dunia yang berada di luar Antartika dan Greenland. Dilihat dari keberadaan gletsernya yang berada di sebuah pegunungan, maka gletser Jayawijaya merupakan bentang alam glasial tipe Alpine Glaciation. Dilihat dari tipe gletsernya, gletser Jayawijaya merupakan tipe Valley Glacier. Valley glacier merupakan gletser pada suatu lembah dan dapat mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Pada valley glacier juga terdapat anak sungai.
    Dari penelitian sudah jelas ada berberapa periode zaman es kemudian ada periode hangat tapi kataklysmik tidak – semacam periodik siklus dingin kemudian panas – justru siklus panas sekerang berjalan +/- 10,000 tahun  dan walaupun ada efek dari bakar hidrokarbon ini hanya mempercepat proses yang sudah berjalan selama ribuan tahun  ingat 500 tahun yang lalu Carstenz bisa lihat salju diatas pergunungan dari laut; sekarang sudah mencuit supaya mungkin tingal hanya 1% dari apa yang ada dalam zaman Carstenz dan yang zaman Carstenz mungkin kurang dari 1% dari apa yang ada 10,000 tahun yang lalu.

    Bagi pendaki gunung, mendaki jajaran Pegunungan Jayawijaya adalah sebuah impian. Betapa tidak, pada salah satu puncak pegunungan itu terdapat titik tertinggi di Indonesia, yakni Carstensz Pyramide dengan ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl).
    Jangan heran jika pendaki gunung papan atas kelas dunia selalu berlomba untuk mendaki salah satu titik yang masuk dalam deretan tujuh puncak benua tersebut. Apalagi dengan keberadaan salju abadi yang selalu menyelimuti puncak itu, membuat hasrat kian menggebu untuk menggapainya.

    Minggu, 16 Desember 2012

    7 Danau Indah di Indonesia yang Berada di Dataran Tinggi


    Banyak sekali danau di Indonesia yang memiliki pemandangan indah yang sulit untuk disangkal. Beberapa di antaranya berada di kawasan yang sangat tinggi. Dikumpulkan oleh detikTravel, ini dia 7 danau indah di Indonesia yang berada di dataran tinggi:

    1. Danau Segara Anak (2.010 mdpl)


    Bagai bersembunyi di kawasan kawah besar Gunung Rinjani, Lombok, Danau Segara Anak memiliki pesona yang mampu menarik wisatawan. Berada di ketinggian 2.010 mdpl membuat danau yang satu ini sangat eksklusif.

    Pemandangan yang ditawarkan pun jelas sangat cantik. Pada pagi hari, sunrise memancarkan kilauan yang indah dari balik puncak Gunung Rinjani. Kilauan tersebut lalu memantul di permukaan danau dan membuat pemandangan sangat sempurna.

    Danau Segara Anak juga sering digunakan oleh para pendaki Gunung Rinjani sebagai tempat untuk beristirahat. Pemandangannya dianggap mampu memberikan energi baru untuk kembali meneruskan perjalanan menuju puncak gunung.

    2. Danau Ranu Pane (2.162 mdpl)


    Danau Segara Anak di Gunung Rinjani memang indah, tapi ternyata ada juga danau di dataran tinggi yang tak kalah indah. Adalah Danau Ranu Pane di kaki Gunung Semeru, Jawa Timur.

    Berada pada ketinggian 2.162 mdpl, membuat danau ini selalu menggoda traveler yang akan mendaki ke puncak Semeru. Tidak jarang di antara mereka malah berhenti di danau ini dan enggan untuk lanjut karena pesona Danau Ranu Pane yang istimewa.

    3. Danau Tage (2.192 mdpl)


    Ke timur Indonesia, ada Papua yang punya Danau Tage. Danau ini berada di Kabupaten Paniai, 5 km dari ibukota Paniai-Madi, Papua. Untuk bisa menjangkaunya bukanlah perjalanan yang mudah. Anda harus terlebih dulu terbang menggunakan pesawat dan mendarat di Kota Enarotali.

    Kemudian, perjalanan harus dilanjutkan menuju Pelabuhan Wotai dengan menggunakan kapal cepat. Nah, dari pelabuhan tersebut barulah Anda mulai mendaki gunung selama kurang lebih 30 menit.

    Perjalanan yang melelahkan tersebut pasti akan terbayar lunas oleh Danau Tage. Banyak wisatawan yang datang malah enggan untuk pulang jika sudah sampai di danau ini. Semua kepenatan dijamin akan hilang jika sudah menyaksikan keindahannya.

    4. Danau Ranu Regulo (2.256 mdpl)

    Mendaki lebih tinggi sekitar 94 meter dari Danau Ranu Pani, ada Danau Ranu Regulo yang tak kalah cantiknya. Danau ini menempati ketinggian 2.256 mdpl dan menjadi pesona lain Gunung Semeru, Jawa Timur.

    Dibandingkan Ranu Pani, danau ini memiliki area yang lebih luas. 8 Hektar di kaki Gunung Semeru dipenuhi oleh Danau Ranu Regulo. Selain itu, pemandangan yang tersaji jelas lebih indah. Apa lagi saat sunrise dan sunset, sayang untuk dilewatkan.

    5. Danau Ranu Kumbolo (2.469 mdpl)


    Masih di kaki Gunung Semeru, ada juga Danau Ranu Kumbolo yang tak kalah cantik. Dibanding dengan Ranu Pani dan Ranu Regulo, danau ini yang paling sering dikunjungi oleh para pendaki yang hendak mendaki puncak Semeru. 

    Ranu Kumbolo berada di ketinggian 2.469 mdpl. Suhu di sini sudah pasti lebih dingin dari dua danau sebelumnya, yaitu sekitar 1-5 derajat celcius pada malam hari. Namun, dinginnya udara seakan tidak menjadi masalah bagi para traveler untuk menikmati keindahan danau ini.

    6. Danau Kumbang (2.702 mdpl)


    Gunung Masurai, Jambi juga memiliki danau yang cantik. Berada di 2.702 mdpl terdapat Danau Kumbang yang memberikan kesegaran bagi tiap pendaki yang ingin menuju Gunung Masuari.

    Airnya biru kehijauan dan dikelilingi oleh pohon-pohon yang alami. Asyiknya lagi, dari danau ini Anda bisa menyaksikan hutan Sumatera yang penuh dengan pohon hijau dan kokohnya Gunung Kerinci.

    7. Danau Habema (3.321 mdpl)


    Habema, sebuah danau yang berada pada ketinggian 3321 mdpl. Terdengar agak asing memang, tapi inilah danau paling tinggi di Indonesia.

    Danau ini berada di kawasan Gunung Trikora, Papua. Selain sebagai destinasi utama, Habema juga sering dijadikan sebagai pos peristirahatan bagi pendaki yang ingin menuju puncak Trikora. Airnya biru dan sangat jernih membuat pandangan pasti tak akan berpaling.

    Di sini, Anda juga bisa menyaksikan beberapa tanaman anggrek yang tumbuh cantik di sekitar danau. Pemandangan makin lengkap berkat puncak Gunung Trikora sebagai latar belakang danau.